Blog ini dikembangkan dan dibuat oleh Irfan AJ 085881133475 (Kementrian Kominfo 2012-2013-2014) BEM ReMa UPI Kampus Serang 2014: Peran Mahasiswa sebagai Agent of Change, Social Control, dan Iron Stock

Rabu, 28 November 2012

Peran Mahasiswa sebagai Agent of Change, Social Control, dan Iron Stock

Mahasiswa dapat dikatakan sebagai seseorang yang punya inteligensi tinggi di dalam masyarakat, dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya, mahasiswa mampu berada sedikit di atas masyarakat. Potensi yang besar dan perlakuan yang istimewa merupakan salah satu keuntungan mahasiswa untuk bergerak aktif, sayang sekali bila tidak digunakan dengan maksimal. Mahasiswa sejatinya bukan hanya penting bagi negara tapi juga bagi masyarakat di sekitarnya.


Akhir-akhir ini peran mahasiswa yang seperti itu mengalami pergeseran nilai, tak seperti dulu. Mahasiswa sekarang cenderung mengutamakan nilai akademik saja, walau ada beberapa mahasiswa yang masih peduli dengan keadaaan bangsa dan masyarakat disekitarnya. Mahasiswa sudah lama jauh dari sosok yang teladan dalam masyarakat, yang selama ini posisi mahasiswa di masyarakat dianggap sebagai kaum ekslusif, kaum yang hanya bisa membuat kemacetan di kala aksi, tanpa sekalipun memberikan hasil yang konkret, yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Dengan begitu, bagaimanakah cara mengubah pandangan masyarakat tentang mahasiswa? Tentu tidaklah mudah.
Sebagian Mahasiswa terkadang merasa terbebani dengan tanggung jawab yang tinggi terhadap status yang didapatkannya, namun itu bukanlah alasan mengapa mahasiswa tidak bisa melakukan tugas yang selama ini diembankan kepadanya. Sudah cukup banyak Mahasiswa tidak bisa melaksanakan tugas yang selama ini diembankan kepadanya dengan baik. Lantas dengan hal itu munculah pertanyaan, sejauh manakah kualitas Mahasiswa saat ini? Apakah baik? Ataukah buruk? Tahun demi tahun, kualitas Mahasiswa semakin menurun. Tidak dipungkiri lagi, hal itu terjadi karena beberapa faktor, diantaranya sebagai berikut :
  1. Mahasiswa memilih perguruan tinggi dan fakultasnya tidak sesuai dengan keinginan dia sendiri, cenderung mengikuti teman dan tren yang ada.
  2. Mahasiswa kuliah karena ingin mengisi waktu yang kosong dan mendapatkan gelar saja.
  3. Kurangnya kesadaran Mahasiswa agar menjadi sosok yang aktif dalam lingkungannya, kurang kritis, dll.
Agent of Change
Sebenarnya saya tidak terlalu setuju dengan gambaran Agent of Change, karena kata tersebut menggambarkan bahwa peranan mahasiswa hanya sebagai agen dalam perubahan. Seolah-olah mahasiswa hanyalah alat untuk perubahan itu sendiri, bukannya sebagai pencetus perubahan. Inilah alasan mengapa saat ini peranan mahasiswa banyak yang diboncengi pencetus perubahan lain seperti halnya partai politik, ormas, dan lainnya. Dilihat dari kata ”pencetus”, mahasiswa seharusnya dapat bergerak secara independen, tidak terikat janji-janji politik, sesuai dengan idealisme mereka.
Mahasiswa yang mempunyai idealisme sudah seharusnya berpikir dan bertindak bagaimana mengembalikan kondisi negara menjadi ideal. Oleh karena itu mahasiswa dituntut bukan hanya menjadi agen perubahan saja, melainkan pencetus perubahan itu sendiri yang tentunya ke arah yang lebih baik. Namun seharusnya mahasiswa tidak perlu tergesa-gesa dalam mengubah negara menjadi ideal, hal utama yang harus dirubah adalah dirinya sendiri. Karena kebanyakan dari mahasiswa yang ada, mereka hanya ikut-ikutan temannya sebelum mengubah dirinya sendiri sebagai pribadi yang benar. Tetapi hal seperti itu tidaklah salah, setidaknya mereka sudah mau untuk berpartisipasi dalam perubahan, karena masih banyak mahasiswa di luar sana yang acuh terhadap lingkungan sekitarnya.
Social Control
Mengapa harus menjadi social control? Peran mahasiswa sebagai kontrol sosial terjadi ketika ada yang tidak beres atau ganjil dalam masyarakat dan pemerintah. Saat ini di Indonesia, masyarakat merasakan bahwa pemerintah hanya memikirkan dirinya sendiri dalam bertindak. Usut punya usut, pemerintah tidak menepati janji yang telah diumbar-umbar dalam kampanye mereka. Kasus hukum, korupsi, dan pendidikan merajalela dalam kehidupan berbangsa bernegara. Inilah potret mengapa mahasiswa yang notabene sebagai anak rakyat harus bertindak dengan ilmu dan kelebihan yang dimilikinya.
Mahasiswa sudah selayaknya memberontak terhadap kebusukan-kebusukan dalam birokrasi yang selama ini dianggap lazim. Bergerak untuk menjaga dan memperbaiki norma sosial yang ada dalam masyarakat. Namun, perbuatan mahasiswa dalam kontrol sosial tidak hanya turun ke jalan, tapi juga dengan hal yang substansial, contohnya melalui diskusi. Dengan didukungnya pokok-pokok pikiran yang didapatkan melalui diskusi, mahasiswa akan mejadi lebih bijak dalam mengubah hal yang tidak beres dalam masyarakat maupun pemerintah.
Iron Stock
Peranan mahasiswa yang tak kalah penting adalah iron stock atau mahasiswa dengan sebagai pengganti generasi-generasi sebelumnya. Dapat dikatakan bahwa mahasiswa adalah bagian dari suatu bangsa yang diharapkan memiliki kemampuan, keterampilan, dan akhlak yang mulia untuk menjadi penerus generasi terdahulu. Keaktifan mahasiswa dalam berorganisasi dalam internal ataupun eksternal kampus tentu mempengaruhi kualitas mahasiswa. Kaderasasi yang baik dan penanaman nilai yang baik juga akan meningkatkan kualitas mahasiswa yang menjadi calon pemimpin masa depan.
Selain memperkaya pengetahuan yang ada terhadap masyarakat, mahasiswa juga memerlukan untuk mempelajari berbagai kesalahan yang ada pada generasi sebelumnya sehingga menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan diri. Hingga akhirnya sampailah mahasiswa ke jenjang dimana mereka siap menjadi calon pemimpin siap pakai.
Bagaimanapun keadaan mahasiswa sekarang ini, sudah seharusnya kita tidak kehilangan harapan kepadanya. Karena harapan itu perlu, agar tumbuh kepercayaan diantara kita dan mereka. Dengan begitu mereka dengan senantiasa berusaha demi sebuah harapan yang kita sematkan kepadanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

News UPI

Loading...